Monday, December 21, 2015

FF (One Shoot) Stuck In The Momment •



 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Hallo!! Aku bawa ff lamaku. Dulu aku tulis waktu .. um .. waktu .. kapan ya? Lupa, udah lama banget nangkring di draft blogger. -___- Kkkk..
FF ini terinspirasi dari lagu EXO - Miracle in December (My favorite song!!! >_<), terutama partnya D.O yang pas ~ [All] 시간을 멈춰 ([D.O] 네게 돌아가) ~ aduh itu... :') Dari sana, terciptalah FF amatir ini. Kkk.
Dan 'kebetulan' ini December, jadi saya kira sudah waktunya ff ini dipublikasikan. (so' serius -.-) 
~*~ Happy Reading!! :) ~*~
.
.
.
.

Stuck In The Momment





|| a story by Ly @Lia_YH ||

|| Length : One Shoot || 

|| Rating : G || 

|| Genre : Nostalgia/? (Genre macam apa ini?! -_-' ) || 

|| Cast : Exo Membdeul. Main Cast, FIBYS (Find It By YourSelf. kkk) ||


~*~
Di dalam dorm sebuah idol group Exo, "Apa memang selalu ada acara setiap tanggal 15?" "Kenapa sangat kebetulan sekali?" "Dan kenapa kau tidak pernah memberi tahu kami kau akan pergi kemana setiap tgl 15?" Papar beberapa member seperti paparazi yang mewawancarai teman mereka sendiri. "Kya! Kai-ya! Jangan hanya diam.. Jawablah. Kau benar2 membuat kami penasaran!" Susul Chanyeol. Kai yang menjadi target hanya tertawa kecil melihat ekspresi Chanyeol.

'tap tap tap' Dengan langkah cepat KyungSoo menuruni anak tangga. "Dan ini, satu lagi yang selalu pergi menghilang setiap tanggal 15." Sambut Baekhyun. "Hehe.." timpal KyungSoo.

...

Keesokan harinya.
D.O masih terlelap di kamarnya. Setiap tanggal yang sama pada setiap bulan, D.O memang selalu pulang ke rumahnya. Ada yang harus ia lakukan pada hari ini, tgl 15, setiap bulannya. Hal kecil yang hanya ia yang tahu. Dan tanpa ia tahu, sebenarnya Kai juga tahu tentang hal ini.

"Apa sudah pagi?" D.O terbangun. Samar-samar matanya menangkap objek yang ia rindukan akhir-akhir ini. Sepasang bola mata yang membulat menatap ke arahnya. "Hoam.. Apa aku terlambat? Jam berapa sekarang?" Desis D.O ia menengok jam kecil di nakasnya, "baru pkl.6. Aku akan bersiap-siap." Ujar D.O dan menatap sepasang mata tadi, pada foto sosok yeoja yang tampak kesal saat di foto bersama D.O, yang terpampang manis di dinding kamarnya.

Selesai membersihkan diri, D.O pergi ke dapur dan mempersiapkan beberapa makanan yang akan oa bawa hari imi. "Apel, sandwhich, gula-gula manisan, jus, dan air putih. Semuanya sudah siap!" D.O menutup keranjang makananya dengan bersemangat. Senyuman tak pernah lepas dari wajahnya. "Ah.. Novel! Aku tidak boleh lupa membawanya. Aku tahu kau suka membaca, Nana-ya." Celoteh D.O.

...
D.O memasukan semua yang telah ia siapkan ke dalam bagasi mobilny. "Aish.. Gawat! Aku terlambat!" kali ini ia tampak gusar.
Dengan fikiran kacau D.O mengemudikan mobilnya. Ia melaju sangat cepat dan tak mempedulikan keadaan sekitar. Yang ia pedulikan adaah untuk tidak terlambat.

...
D.O tiba disebuah taman kecil di kaki bukit yang hijau. Pilihan tempat yang tepat untuk seorang idol seperti D.O, tempat sepi yang jarang dilalui orang. Dengan begitu, tidak akan mengganggu pikniknya.
D.O bergegas mengambil perlengkapan pikniknya dan berlari kecil ke tengah padang rumput yang sebahagian telah ditumbuhi bunga liar dan ilalang.
 "Aku datang!" 'meski terlambat.' Batinnya. "Maaf telah membuatmu menunggu sangat lama, Nana-ya." D.O tersenyum kembali dan mulai menggelar tikarnya di atas rumput yang tidak begitu tinggi. Kemudian ia menata semua bekal yang ia bawa. "Aku sendiri yang membuat semua makanan ini. Cobalah untuk memakannya." D.O tak lelah berceloteh. Namun raut wajahnya mulai berubah. "Ku mohon, cobalah untuk memakannya. Jeongmal mianhaeyo telah membuatmu menunggu lama. Jeongmal mianhaeyo, Nana-ya." Air mata D.O tak terbendung lagi, mereka mulai mengalir dari kedua mata bulat D.O, mengalir dan menghimpit senyum pedihnya. Mengalir dan seperti air hujan yang membangkitkan memory masa lalunya.

<<<< Flashback
"Oppa, bagaimana dengan yang ini?" Seorang yeoja mengacungkan sewadah selada yang ia ambil dari kotak pendingin sayuran di sebuah toko. "Warna hijaunya sangat segar! Pasti akan sangat lezat untuk dibuat sandwhich." Lanjutnya riang.
"Eoh? Ya ya ya.. chagiya, apa yang kau lakukan? Letakan itu dan duduklah!" Sahut namja yang menemaninya.
"Aku hanya.."
"Ku bilang duduk!" Namja itu kemudian mendekatkan kursi roda pada yeoja disampingnya, "Chagiya, kumohon duduklah kembali. Beritahu aku kemanapun kau ingin pergi dan biarkan aku yang mendorong kursi rodamu. Beritahu aku apapun yg ingin kau ambil dan biarkan aku yang mengambilkannya untukmu." Lanjut namja itu dengan begitu lembut.
"Aish.. Baiklah." yeoja itu akhirnya menurut.

Mereka adalah sepasang kekasih muda yang sedang berbelanja bersama untuk mempersiapkan perayaan hari istimewa mereka, bisa dibilang seperti anyversary mereka. Apa yang terjadi pada yeoja berkursi roda? Namanya adalah Park Nana, seorang pasien thalasemia yang keras kepala untuk pergi keluar dari rumah sakit sekali saja pada hari ini. D.O namja chingunya yang juga seorang calon idol dan seorang suster pun menemaninya.

"Mianhaeyo, tapi aku hanya ingin membuat persiapan untuk anyversary kita besok." Keluh Nana kemudian yang meras tidak biaa berbuat apa-apa.
"Chagiya, kau sungguh tidak perlu melakukan apapun. Bersama denganmu saja sudah membuatku sangat bersyukur." Jawab D.O.
Nana tersenyum senang mendengarnya.

...
-From: My Nana | Oppa, jangan lupa. Siang ini ditaman yang kita pilih. Aku akan menunggumu disana.-
Isi sebuah pesan singkat di handphone D.O. "Ok, sir!" Jawab D.O bersemangat.


...
"Siganeul momcwo, naege doraga~" Handphone D.O berdering.
"Ne, yeobosaeyo." Sahut D.O
"Hyung, cepatlah kembali ke dorm."
"Waeyo, kai-ya?" Panik D.O
"Ada sesuatu yang harus kau lihat, group telah diserang cybercrime. Kita harus segera melakukan konferensi pers bersama-sama sebelum semuanya hancur. Bukan hanya group dan team, tapi juga perasaan keluarga dan kepercayaan fans dan orang-orang yang mendukung kita." Jelas Kai.
'Nana. Semuanya harus diselesaikan sebelum Nana mendengar tentang ini. Ini akan memengaruhi kesehatannya.' Batin D.O. "Baiklah. Aku aka segera menuju dorm."

...
@Konferensi pers
"D.O-ssi. Dari semua member. Illegal content dirimulah yang paling banyak beredar. Dan foto-foti tersebut terlihat benar-benar nyata." "Geurae. Jika itu adalah foto rekayasa, bagaimana itu bisa terlihat seperti sangat nyata?" "Ne. Apa tanggapanmu tentang hal ini?" Beberapa pers menerkam D.O dengan pertanyaan bertubi-tubi. Member lainnya dan pihak management berusaha memberi penjelasan dengan sikap tenang.

"Haha.. itu hanya foto rekayasa. Aku tidak memiliki tubuh sebagus itu. Sepertinya fantasi pelaku cybercryme itu terlalu tinggi. kkk.." Jawab D.O ringan.

"Lalu bagaimana kau menjelaskan hal ini pada orang-orang yang telah mendukungmu, D.O-ssi? Mereka pasti akan sangat terpukul."

'DEG' 'Nana-ya' Batin D.O.

@Another place
"Selada nya mulai layu.." Keluh seorang yeoja diatas kursi rodanya. Seorang suster yang berdiri dibelakangnya tetap setia menemaninya di taman yang sepi ini.
"Silyehamnida, Nona.. Tapi Anda sudah menunggu cukup lama. Matahari juga hampir terbenam. Sebaiknya kita kembali ke rumah sakit sekarang." Usul suster.

...
Diluar dugaan D.O, konferensi pers berjalan cukup lama. Ia merasa menyesal karena ia pasti akan terlambat untuk menemui Nana ditaman. Tanpa membuang waktu lagi, D.I mengemudikan mobilnya menembus remang-remang kabut malam yang mulai menutupi petang. "Jeongmal mianhae, Nana ya. Nan jeongmal paboya!" Ia merutuki dirinya sendiri sepanjang perjalanan hingga tiba di taman.
D.O mulai berjalan tergesa-gesa di atas rumput taman. Ia melihat sebuah cahaya kecil disana. Ia menghampirinya, dan itu adalah tikar piknik dengan beberapa makanan dan sebuah lightstick yang menyinarinya. "Nana-ya, kau benar-benar mempersiapkan semua ini?" D.O menyesal. "Tapi dimana dirimu?" Teriak D.O kemudian. Ia duduk ditikar dan menunggu. Ia fikir Nana sedang mempermainkannya. "Aku tahu aku terlambat. Tapi jangan menghukumku seperti ini.. Keluarlah dari tempat persembunyianmu, Nona Nana!" Seru D.O. Tapi tetap ada respon. Ditengah kegusarannya D.O menemukan secarik kertas terselip dianta dua roti yang ditata seperti sandwhich. D.O tertawa geli melihatnya. Ia muali membaca isi surat itu.

-Sabtu, 15 17.33 pm
Kyaa! Paboya! Kau membuatku menunggu lama! Aish.. jika saja kau bukan orang yang ku sayangi, pasti aku akan memakanmu saat kita bertemu. Huft.. Tapi aku benar-benar tidak bisa melakukannya padamu. kkk
Oppa, neo arra? Sebenarnya aku ingin menunggumu hingga kau menyelesaikan keperluanmu dan kita memakan bekal piknik kita hari ini, aku ingin menunggumu meski sampai malam. Tapi jeongmal mianhaeyo.. Aku tida bisa melakukannya. Pesawat tidak akan menunda penerbangannya untuk hal itu.
He? pesawat, apa aku belum memberi tahumu? Kkk Ne. Sebenarnya sore ini aku harus pergi ke USA. Dokter mengatakan bahwa rumah sakit disana lebih bagus. Jadi aku akan pergi kesana dan membuktikannya. Jika semua berjalan sesuai prosedur, aku hanta pergi selama 1 bulan. Jadi, kembalilah ke taman ini pada tgl 15 bulan depan. Kita merayakan anyversary kita pada hari itu saja, ya. See you!
From the most beautiful girl in galaxy, Park Nana. kkk -
Sesekali D.O tersenyum dan gemas membaca surat itu, tapi tulisan bahwa yeojachingunya akan pergi ke USA membuatnya benar-benar kecewa pada dirinya sendiri yang telah mensia-siakan hari ini.
"Jeongmal mianhaeyo, Nana ya.. aku tidak tahu ttg hari ini. Tapi lihat saja tgl 15 nanti. Aku tidak akan melewatkannya dan tidak akan mengecewakanmy lagi, Chagiya."

...
The next 15th.
D.O menghilang dari dorm dan membuat semua orang panik. Terkecuali Kai yang sedang duduk didalam mobil D.O dan bertugas untuk menunggunya di tepi jalan di dekat taman. Dan disinilah D.O. Berjalan dengan senyuman yang mengembang dengan membawa keranjang piknik menelusuri rumput-rumput yang sudah lebih tinggi dari bulan lalu. Senyumannya semakin mengembang saat melihat seorang yeoja yang sudah berdiri di tengah taman sana. D.O memutuskan untuk berjalan mengendao dan membuat kejutan untuk yeoja itu.

"Chagiya!" D.O menepuk bahu yeoja itu dari belakang.
"Oh tuhan!" Sontak yeoja itu terkejut.
"Eung?" D.O lebih terkejut lagi mendengar suara asing yang keluar dari mulut yeoja yang ia kira adalah Nana-nya.
Yeoja asing itu menoleh, "Annyeong haseyo. D.O-ssi, lama tidak bertemu." Sapanya.
"Kau siapa?"
"Oh.. Mungkin kau lupa padaku. Aku Jung Tae Hee, suster yang merawat Nona Park Nana." Yeoja asing itu memperkenalkan dirinya.
"Oh.. Suster. Lama tidak bertemu. Bagaimana dengan keadaan Nana? Bukankah seharusnya hari ini Nana sudah pulang? Dimana ia?" Tanya D.O berpura-pura tidak tahu
 Padahal ia sudah menerka bahwa Nana pasti sedang bersembunyi di suatu tempat
"Eum.. Ini, silahkan." suster menyerahkan sepucuk surat pada D.O. Dengan penasaran, D.O mulai membukanya.

-Sabtu, 15 23.12 PM
Annyeong haseyo, Oppa! Oppa, sebenarnya aku menulis surat ini saat dalam pesawat. Jadi, maklumilah jika tulisanku agak berantakan akibat guncangan-guncangan kecil. Kkk
Oppa, kau mengenalku kan? Aku yeoja pintar yang tahu banyak hal. Bahkan aku telah memiliki firasat bahwa hal ini akan terjadi. Aku juga mengenalmu, kau adalah namja imut yang sangat tangguh. kkk Jadi, aku yakin kau akan bisa melewati hari-harimu dengan baik. Saranghaeyo. Jeongmal saranghaeyo. Aku selalu berharap yang terbaik untukmu. Hiduplah dengan bahagia Oppa, dan kau tidak perlu lagi datang ke taman pada tanggal 15. Sekali lagi, hiduplah dengan bahagia, Oppa. Hwaiting! kkk
From: The most lucky girl in the galaxy to have bitter sweet moment with you.

Entah apa yang terjadi pada D.O. Dadanya sesak dan matanya mulai berair. Namu ia berusaha menyingkirkan semua fikiran buruknya. "Jeosonghamnida, suster. Aku tidak mengerti. Apa maksudnya ini?" "Kya! Nana-ya! Eodiye? Aku aan memberimu pelajaran karena telah mempermainkanku seperti ini. Jadi, keluarlah dari perswmbunyianmj!" Teriak D.O dengan perasaan yang berkecamuk. Takut, cemas, kesal, dan berpura-pura naif. "Chagiya, aku tidak bercan-"

"D.O-ssi" Suster memotong kalimat D.O. "Nona Nama adalah yeoja yang sangat kuat. Ia menyembunyikan rasa sakitnya dan menulis itu selama dalam pesawat. Ia kesulitan untuk menulis dengan banyak alat medis yang terhubung ditubuhnya, tapi ia tetap berusaha menyelesaikannya dan memintaku untuk menyerahkannya padamu. Ia adalah yeoja yanh sangat baik. Dan Tuhan lebih menyayanginya. Mari bersyukur karena penderutaan Nona Nan telah berakhir. Aku yakin ia lebih bahagia disana. Aku turut berduka cita." Jelas suster.

Mata D.O nanar menatap surat ditangannya yang mulai basah karena air matanya. Setiap ucapan lembut yang suster Jung ucapkan entah kenaoa terdengar lebih menyayat dari petir yang menyambar tepat di dada. D.O kehilangan tenaga untuk tetap menggenggam keranjang pikniknya dan selembar kertas yang sejak beberaoa detik yang lalu menjadi terasa lebih berat dari sebuah bukit, D.O ambruk di rerumputan.

>>>> FlashbackEnd


"Jeongmal mianhaeyo.. Aku telah mensia-siakan waktu dan membuatmu menunggu sampai akhir. Dan inilah yang juga akan kulakukan, menunggumu sampai kau kembali, Nana-ya." Butiran air mata berlinang, seirama dengan semilir angin yang menyebarkan aroma sesak yang mendalam. "Bisakah aku membekukan waktu dan kembali padamu?". D.O larut dalam kekalutannya. Tak berhenti menyalahkan dirinya seolah ia begitu membenci dirinya sendiri. Ia begitu rapuh dan tak mampu berdiri saat ini.


'pluk' Seseorang merangkulnya. "Cukup. Ayo kita pulang, hyung." Kai tidak bisa hanya bersembunyi dan membiarkan D.O melewati ini sendiri. Ia selalu hadir disaat seperti ini dan berusaha membuat D.O bangkit. Meski ia tahu, di tanggal yang sama pada bulan selanjutnya, D.O akan tetap kembali kesini.


~*~ END ~*~

.
.
.
.
Terimakasih banyak sudah membaca!! :) :)
Kritik dan saran sangat diperlukan.
Readmore → FF (One Shoot) Stuck In The Momment •

Friday, November 20, 2015

Jantung "Tok tok tok"

Jantung "Tok tok tok"



Danar Muhammad Hasby, usianya 3 tahun 6 bulan (perhitungan kasarnya). Sore itu ia duduk di pangkuan kakak perempuannya, bersama semua anggota keluarga kecilnya menonton siaran televisi yang menayangkan kajian kesehatan secara islami. Mengenai jantung yang berdetak. Sang kakak bilang bahwa De Danar juga memiliki sesuatu seperti itu, sesuatu yang bergerak seperti itu didalam dadanya -jantung-. Tangan De Danar diarahkan untuk meraba detak jantungnya sendiri. Wajahnya datar, mungkin mencoba untuk membuktikan bahwa ia memiliki sesuatu yang bergerak didalam sana. Dan untuk pertama kalinya ia merasakan detakan jantungnya di telapak tanganya, ia tampak sedikit terkejut. Ia tersenyum dan berkata "Tok tok tok", menirukan bunyi detakan jantung yang ia rasakan.
Haha! Adikku.
Readmore → Jantung "Tok tok tok"

Friday, September 25, 2015

Percobaan

Bloggerku error 😭

Readmore → Percobaan

Monday, September 21, 2015

The Real Sweetheart, Kim Jong Dae



The Real Sweetheart




Ini akan membahas tentang moment-moment dengan sosok The Real Sweetheart yang ada di dunia nyata yang aku tahu, yang tgl 21 baru ultah! (Lihat gif) Ciee.. Bisa ultah juga ya Maknae ehem/? yang satu ini. :') *Plakkk
Happy Birthday, Chen Chen Oppa! I always wish you all the best. Dan semoga cepat diberi petunjuk ke jalan yang benar, :') biar kita bisa .../? Ah, sudahlah. -,-
Telat kah? Ia telat. Tapi bukan karena lupa lho.. Ini hanya karena 'ini dan itu' dan banyak yang harus dikerjakan, jadi aku baru bisa nulis di blog sekarang (meski dengan segala keterbatasan :') ). Tapi sebelum ini juga aku udah ngucapin kok! Di Bbm, fb, twitter, di Instagram (Instagram hampir tapi gagal u,u ).
*Cukup!! Banyak alasan!! Langsung aja, kelamaan!


Sejak pertama teman memperkenalkan 12 alien yang jago dance dan nyanyi (Raad: EXO waktu OT12), sosok ini sudah mencuri perhatianku dengan suaranya yang WOW. Meskipun aku tidak menjadi Exo-L, tapi tanpa melihat apapun (PCY yg lebih tinggi, BBH yg lebih cute, dll) sejak itu aku mulai menyukai Chen. Tapi ku rasa bukan hanya suaranya yang membuatku menyukainya, buktinya meskipun dulu Chen kalah di battle nada tinggi di weekly idol, aku tetap menyukainya sampai sekarang! Ada hal lain yang lebih istimewa, itu adalah hatinya. His sweet heart, dan semua yang ada padanya.

Yang Exo-L, pasti ingat moment-moment ini. (aku aja yang bukan exo-l ingat kok :') )
~Backsound, Chen Exo - Best Luck, Chen Exo - Nothing Better

1. Chen yang suka nge-troll tetap Chen yg sweetheart



Disaat orang-orang fokus pada troll momentnya Chen, kadang mereka lupa dengan ke-sweetheart-annya yang tetap ada. Ingat saat semua member main pukul-pukulan pakai bantal love merah di panggung waktu zaman XOXO, Chen memukul D.O dan D.O juga membalasnya. Dan setelah itu Chen memeluk D.O dengan hangatnya. Juga di Exo Rap Battle /? (Kalau gak salah). Waktu Chen & D.O sukses membuat Kai dihukum dan dikeroyok semua member, akhirnya Chen tetap memeluk Kai dengan hangatnya.

2. He always try to be the best.
Chen yang ngotot pingin belajar bahasa China, dan targetnya adalah membuat orang-orang bingung apakah ia orang Korea atau China.

3. Ia yang hampir tak terlihat, tapi tetap berani.
  

Tidak bisa dipungkiri, di awal-awal debut Exo, zaman Mama, Chen seolah tidak sebersinar member lainnya. Padahal ia ambil banyak bagian di sepanjang lagu. Ia belum memiliki penggemar sebanyak member lainnya. I do remember saat Chen berjalan di airport bersama beberapa member lainnya. Saa itu para member mendapatkan banyak hadiaj dari fasn, tapi Chen adalah satu-satunya member yang berjalan dengan tangan kosong tanpa memegang hadiah dari fans. Meski begitu, Chen tetap berjalan dan menegakkan kepalanya dengan tersenyum.

4. Chen yang super humble.
Bukan rahasia lagi bahwa Chen memiliki suara yang luar biasa. Ia selalu bisa bernyanyi dengan sepenuh hati dan membuat lagu menjadi lebih hidup. Tapi saat seorang fans memujinya dengan mengatakan bahwa ia memiliki suara seperti malaikat, ia malah menjawabnya dengan "Me? Have you heard baek's? His voice is really daebak!"

5. Chen yang sayang semua member.
Khasnya Chen itu di ship sama xiumin ya? Tapi untuk mencari Chen skinship moment (jangan salfok) sama member manapun itu tidak sulit. Karena Chen memang tidak canggung untuk menunjukan kepeduliannya terhadap member lain, dibelakang maupun didepan kamera.
Chen yang mengusap keringat di kening Sehun, (Lihat gif)
Chen yang memeluk dan mencium kepala Baekhyun saat Baek menangis (Lihat gif)
dan Chen yang rela berlari kembali ke tengah panggung untuk mengambil jam tangan Tao yang terjatuh saat tidak ada siapapun yang peduli. Dan moment lainnya.


6. Ia menjadi dewa di fansign dan melakukan apapun untuk fans.



Ingat tanda tangan Chen? Ia merubahnya menjadi lebih simple untuk apa? Agar ia bisa menatap dan berinteraksi dengan fans sembari menulis. Ia memberi respon yang luar biasa untuk apapun yang dikatakan fans padanya. Ia tidak canggung untuk menunjukan ekspresi alami yang justru terlihat sangat lucu saat berhadapan dengan fans.



Ia mengajak fans mengobrol untuk mengusir rasa bosan fans selama fans menunggu giliran untuk tanda tangan member lainnya. Chen benar-benar membuat fans nyaman dengan sikapnya.

Aku ingat fakta seorang fans yang memiliki gangguan keterbatasan berbicara datang ke fansign.




Dan ia juga pernah berteriak untuk seorang fans "Selamat untuk pernikahanmu!" Saat fans itu pergi dari meja fansignnya.

Chen selalu memberikan motivasi pada siapapun.



Seorang fans yang datang dengan kepala tertunduk dan speechless, Chen memintanya untuk mengangkat kepala dan memujinya saat fans itu melakukannya. Chen juga memintanya untuk tetap mengangkat kepalanya dengam berani dan kuat.

Chen juga menenangkan seorang fans dengan harapan bahwa fans itu akan memiliki lebih banyak hari-hari yang bahagia daripada hari-hari yang sedih.
Dan jangan lupakan bagaimana Chen tersenyum di fansign. Begitu hangat dan tulus.



**Dan masih banyak yang lainnya. Terlalu banyak yang harus dibahas tentang ke-sweetheart-an Chen di fansign. Ku kira ia menyembunyikan semua rasa lelahnya untuk memberikan kesan terbaik bagi fans selama fansign. Aku tahu ia tidak ingin mengecewakan siapapun.

7. Chen yang telah bersinar tidak melupakan orang-orang yang bersamanya saat dulu.



YoungWoo-ssi. Ada yang ingat nama itu? Ia adalah teman sekolah Chen. Ia pernah menelpon ke radio saat Exo menjadi bintang tamu di radio tersebut. Bahkan sebelum YoungWoo menyebutkan namanya, Chen tersenyum terharu seolah mengenali suara YoungWoo. Dan saat YoungWoo memperkenalkan diri dan menyebutkan namanya, senyuman Chen semakin mengembang dan ia mengusap matanya yang berair. Mereka berbicara kenangan-kenangan yang mereka miliki. Dan Chen tetap masih mengingatnya. Chen mengatakan "Of course i remember that, baboya." dan membuat seisi studio tersentuh. Bahkan Chen mengingat kenangan yang YoungWoo sendiri telah lupa. Chen mengatakan ia sangat senang bisa berbicar dengan YounhWoo. Ia mengatakannya dengan tersenyum dan menangis terharu.

Hwaaaa~~!!!! Apalagi yang harus dibahas? Masih terlalu banyak hal lainnya. Seperti saat Chen mencegah Baekhyun memukul dadanya sendiri dan malah membiarkan pukulan Baekhyun berkali-kali mendarat di lengan Chen. Dan masih banyak lagi hal lainnya yang membuatku mengatakan bahwa ia adalah The Reall Sweetheart yang ada di dunia nyata.

Kim Jong Dae Oppa, banyak hal yang telah kau lewati. Sangat banyak dan aku tidak tahu hal-hal apa saja itu. Dan sekarang kau menjadi sosok luar biasa bersinar dengan kepribadian yang luar biasa manis dan baik. Tidak salah jika banyak orang yang mengatakan you're like an angel. Tidak perlu merubah kepribadian dan membuat pencitraan yang sedemikian rupa, cukup menjadi dirimu sendiri, itu sudah sangat luar biasa. It's a best luck untuk mengetahui bahwa kau ada dan melihatmu meski secara tidak langsung. Kau memberiku banyak pelajaran, bagaimana untuk menjadi seseorang yang tetap melakukan yang terbaik dan bersikap baik kepada siapapun, tidak peduli siapa dirimu dan siapa mereka.

21/09/1992 - 21/09/2015 Saengil chukkahamnida Kim JongDae Oppa, Chen chen, Chenzi, My lovely orange, My Sweetheart. Semoga semoga semoga...
.
.
.
.

Thanks for reading! :)

Readmore → The Real Sweetheart, Kim Jong Dae

Sunday, September 6, 2015

Soulmate Part 1 (Annyeong!)

Soulmate Part 1 (Annyeong!)



|| a story by Ly @Lia_YH ||

|| Length : 3 Shoot || 

|| Rating : PG-13 || 

|| Genre : Friendship, Schoollife, Family (sedikit) || 

|| Main Cast : Park Nana (OC) and Park Chanyeol EXO||

|| Other Cast : Kim Jia (OC), Byun Baekhyun Exo, and other||


||Bagian 1||


"Kenapa kau meninggalkanku?"

"Berhentilah mengejarku, Yeoli!!"

"Andwaeyo! Aku tidak akan berhenti sampai aku bisa menangkapmu! Hahaha.."
Sepasang anak kecil itu berlarian mengitari ayunan. Chanyeol sangat antusias mengejar yeoja kecil yang tampaknya benar-benar ingin menghindari Chanyeol. Hingga ke duanya lelah dan duduk di tanah. Chanyeol meletakan tangannya di bahu yeoja cilik itu.

"huft.. Hh.. Aku lelah hh, Yeoli ah. Kenapa hh kau terus mengejarku?!"

"hh haha.. Ne, nado. A hh aku hanya ingin dekat denganmu. Tidak boleh ya?" Jawab Chanyol kecil dengan polosnya.

"He? Tentu boleh. Tapi jangan mencubit pipiku seperti tadi ya.. Jika kau melakukannya aku akan berlari lagi."

"ah eung! hehe.."

...

"Kenapa kau akan pergi? Bagaimana kita bisa menikah jika kau pergi?" Chanyeol kecil menangis.

"Um.. Mollayo. Tapi Appa bilang kami hanya akan pergi sebentar. Kita kan tetap bisa menikah saat aku pulang nanti!"

"Yaksok?"

"Yaksok!" Mereka menautkan kelingking mereka.

...

~*~ 10 years latter ~*~ 

"Chanyeol ah!! Palli ireona! Ini sudah siang! Apa kau ingin terlambat, huh?!" Jia menggoyang-goyangkan tubuh Chanyeol yang masih terlihat nyaman di ranjangnya.
Ini sudah pukul 6 pagi. Mereka harus segera berangkat sekolah. Memang telah menjadi kebiasaan mereka untuk berangkat bersama ke sekolah sejak beberapa tahun lalu, sejak Jia menjadi tetangga baru Chanyeol.

"hoam.. Hhh" Chanyeol melengguh. Ia membuka matanya, dan yang pertama ia lihat adalah sepasang mata yeoja yang membulat sempurna menandakan ekspresi penekanan. "Jam berapa ini?" Tanya Chanyeol dengan santainya.

"Jam 7!" Tukas yeoja berambut kuncir kuda itu.

"Huwa!! Jinjjayeo?" Chanyeol spontan berlari menuju kamar mandi untuk bersiap-siap berangkat sekolah.
...

"Tadi kau bilang jam 7.." Keluh Chanyeol malas. Sahabatnya itu telah membohonginya. Ini baru pukul 6.09.

"ppffft.." Jia menahan tawanya. Ditambah kini Chanyeol muncul dengan aneh, sikat gigi yang ia gigit dan handuk yang ia kenakan dengan asal di kepalanya.

"Awas ya kau!" Umpat Chanyeol dan bersiap menerkam Jia.


~*~ 

@Another place.
Park Nana telah bersiap dengan seragam dan tas sekolahnya. Ini adalah hari pertamanya di sekolah barunya. Dan yang tidak boleh ia lewatkan adalah sarapan pagi.

"Joheun achim, Nona muda.." Bibi Lee menyapa Nana.

"Ne, joheun achim, Lee ahjuma. Mau sarapan bersama?" Tawar Nana.

"Ah..tidak terimakasih, nona muda. Saya masih memiliki pekerjaan lain."

"Ah.. Baiklah.."
Nana duduk sendiri di ruang makan dan memakan sendiri sarapannya, pancake sirup mapel dan segelas susu hangat.

"Kau egois dan tidak pernah mau mengerti perasaanku!!" Teriak seseorang.

"Kenapa kau berbicara seperti itu seolah kau tidak bersalah, huh? Kau fikir aku tidak pernah memikirkanmu dan Nana?!" Timpal seseorang lainnya denga suara yang sangat berat.
Kini kita tahu kenapa Nana hanya seorang diri di meja makannya. Ya, kedua orang tuanya sedang sibuk dengan urusan mereka.
Nana mendengat semuanya. Ia menggantungkan sendoknya di udara dan menghela nafas panjang, lalu meneguk susu hangatnya. Ia meletakan kembali sendoknya dan mengurungkan niatnya untuk makan. Ia bergegas mengambil tas, beberapa buku, lalu bangkit untuk berangkat sekolah.

"Chagiya.."
Nana menoleh, dan itu adalah appanya yang tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa.
"Ini hari pertamamu sekolah. Biar appa mengantarmu. Kajja." Appa Nana merangkul bahunya untuk berangkat bersama.

"Aniyo. Tidak perlu appa." Tolak Nana.

"Benarkah?"
Nana mengangguk.

"Baiklah.." Appa Nana mengusap rambutnya. "Kalau begitu ini untuk naik bus." Appa Nana memberinya sejumlah uang.

"Gomawo. Aku berangkat Appa."

"Chagiya, tidak ingin berpamitan pada eomma?" Eomma Nana menghampiri Nana. Matanya sembab, tapi ia masih mengusahakan sebuah senyuman untuk Nana, juga berusaha bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. "Ini, untuk tambahan uang sakumu. Eomma pernah seusiamu dan eomma tau bagaimana menggiyurkannya dress-dress di mall itu. Hihi.." Eomma Nana berceloteh dan mencolek ujung hidung Nana.

"Eum. Aku berangkat eomma." Pamit Nana. Tak lupa ia dibekali sebuah kecupan dari eommanya.

'cklek' Nana menutup pintu rumahnya.

"Apa yang kau lakukan?! Ingin merayu Nana? Huh"

"Kya! Aku tidak seburuk yang kau fikir! Nana akan ikut bersamaku!"

Meski pintu telah tertutup, samar-samar Nana masih bisa mendengar perkelahian kedua orang tuanya.
Ia merogoh sakunya dan mengeluarkan sejumlah uang yang baru saja ia terima. "Gomawo." Ucapnya sembari membuang semua uang itu kedalam pot bunga besar di depan rumahnya. Ia mengusap air matanya, kemudian berangkat sekolah, juga berusaha bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.

*Park Nana P.O.V
"Payah. Kenapa aku membuangnya dan tidak menyisakan sedikitpun untuk naik bis?" Aku menyesal telah membuang semua uang saku ku hari ini. Terpaksa aku harus berjalan kaki ke sekolah.
Ini adalah hari pertamaku bersekolah, aku baru kembali ke Korea beberapa hari yang lalu, dan mendaftar di sekolah ternama di sini. Jika aku terlambat dan gerbang sekolah telah di kunci, tak apa, mungkin untuk pertama kalinya dalam seumur hidup aku bisa membolos.

'Did did..'
Suara klakson terdengar nyaring di belakangku. Tapi ku kira aku sudah berjalan di tempat yang semestinya.

"Ya! Chamkaman!" Seru pengendara motor itu. Ku rasa ia sedang berbicara padaku.

"Aku?" Tanyaku.

"Ne. Seragam sekolah yang sama. Apa kau siswi SOPA?" Tanyanya.

"Ne."

"Kita satu sekolah. Ini sudah siang. Apa kau yakin akan berjalan kaki hingga ke sekolah? Padahal sekolah masih cukup jauh."

"Benarkah? Entahlah ini hari pertamaku sekolah."

"Ah.. Jadi kau siswi baru? Pantas saja kau tida mengenalku. Baiklah.. Naiklah." Ajaknya.

"Eung. Maaf merepotkan." Aku menerima ajakannya untuk berangkat bersama.

"Pegangan yang erat kita akan meluncur!" Ujarnya lalu melajukan motornya dengan sangat cepat.
Jujur saja, ini kali pertama aku mengendarai motor dengan kecepatan seperti ini, tapi apa boleh buat? Aku sudah cukup merepotkan dengan menumpang padanya. Tidak enak jika aku harus mengganggunya dengan protesku.

...

Akhirnya tiba di sekolah. Tempat parkir tepatnya. Aku turun dan kakiku rasanya gemetar juga lemas. Aku benar-benar masih merasakan sensasi meluncur dengan cepat seperti naik motor barusan. Aku memijat-mijat sendiri pahaku.

"Waeyo?" Tanya namja ini setelah ia melepas helm nya.
Eh, wajahnya.. neomu gwiyowo! Seolah ia bukan pengendara motor yang mengemudi dengan menyeramkan seperti tadi.
"Waeyo?" Tanyanya lagi.

"He? Hh gwaenchana. A aku.. Ini pertama kalinya aku naik motor dengan kecepatan seperti tadi." Jujurku.

"Jinjjayo? Neomu gwiyowo.. Kenapa kau tidak protes sejak awal?" Ia mencubit pipiku.
Aish..
"Aku Baekhyun, 2 Musik 3. Apa kita sekelas?" Lanjutnya.

"Ani, kemarin aku berbicara dengan kepala sekolah. Beliau bilang aku akan duduk di kelas 2 Musik 2."

"Aish.. Sayang sekali. Hajiman, kajja. Biar ku antar kau sampai kelasmu. Kau belum mengenal sekolah ini kan?"

"eum.." Aku mengangguk.
Permulaan yang baik. Aku cukup beruntung bertemu dengan Baekhyun hari ini.
Sepanjang koridor Baekhyun banyak bercerita tentang peraturan sekolah dan hal lainnya. Ia sangat ramah.

"Dan ini kelasmu." Ucap Baekhyun.

"ah.. Ne, gomapseumnida."

"Cheonmana." Balas Baekhyun.
Aku hanya tersenyum dan masuk kelas.
"Chankaman.." Sela Baekhyun. "Kau belum memberitahuku siapa namamu?"

"Aish.. Aku lupa. Nana imnida, Park Nana."
*Park Nana P.O.V End

"... Nana imnida, Park Nana."
Telinga Chanyeol menangkap sepenggal percakapan itu. Ia menoleh ke arah suara, dan mendapati seorang siswi asing yang berdiri di depan kelasnya.

"Kenapa soal seperti ini kau masih saja salah mengerjakannya? Harusnya eump-" Kata-kata Jia terpotong saat Chanyeol meletakan jarinya di bibir Jia.

"Siapa dia?" Tanya Chanyeol tanpa berhenti memandangi siswi baru dihadapannya.

"Ish.." Jia menepis jari Chanyeol, "Mana? Eh? Entahlah.." Jia juga tidak mengenalnya.
Lalu Chanyeol menyadari bahwa siswi baru itu sedang kebingungan mencari kursi yang mungkin bisa ia duduki.

"Pergilah dulu." Usir Chanyeol pada Jia.

"Mwo?"

"Ish.. Ku bilang pergilah dulu. Biarkan siswi baru itu duduk disini." Chanyeol memperjelas kalimatnya.

"Ish.. Aku sudah hafal gelagatmu." Sindir Jia sebelum ia meninggalkan kursinya.

"Annyeong! Apa kau siswi baru? Park Chanyeol imnida." Chanyeol menghampiri siswi baru itu.

"Annyeong. Ne. Park Nana imnida." Nana menyambut uluran tangan Chanyeol.

"Apa kau sedang mencari kursi kosong? Kau bisa duduk di sampingku." Tawar Chanyeol.

"Benarkah?"

"Tentu. Mari."

"Gomapseumnida.." Ujar Nana.

...

Hari-hari berlalu. Perkenalan singkat itu membawa Chanyeol dan Nana kedalam kedekatan yang semakin baik. Mereka sering kali belajar bersama dan makan bersama saat jam istirahat. Tidak hanya berdua. Jangan lupakan Jia yang memang sudah terlebih dahulu terbiasa bersama Chanyeol. Mereka bertiga sering menghabiskan waktu bersama. Chanyeol selalu bersikap manis pada Nana, tapi pada saat yang bersamaan, ia bisa berubah menjadi penuh lelucon saat menoleh pada Jia. Bisa dikatakan itu adalah hari-hari yang manis bagi Chanyeol dan Nana, sekaligus juga hari-hari yang menyenangkan bagi Chanyeol dan Jia. Dan itu adalah hari-hari yang berkesan bagi Nana dan Jia.
Tapi anehnya, jika belajar bersama di luar sekolah, Jia selalu absen dan membuat Chanyeol hanya bisa belajar bersama Nana.

...

-TBC-

Dan part ini pun TBC dengan tidak indahnya. Terimakasih banyak sudah membaca! ^_^Apa terlalu pendek? Ya. sesuai sub-judul-nya(?) "Anyyeong!" Part 1 ini memang hanya ingin memperkenalkan situasi awal dan perkenalan tokoh utama dengan tokoh lainnya. Dan untuk part 2 rencanya akan lebih panjang dan membahas keseharian mereka. Sampai jumpa di part 2! Pai pai~**Ssstt... Bocoran, part 2 nanti akan ada bumbu romancenya!
Readmore → Soulmate Part 1 (Annyeong!)