Monday, December 15, 2014

PROPOSAL



Proposal Pengembangan Laboratorium di Sekolah Menengah Kejuruan AlMujahid Jurusan Teknik Komputer Jaringan


A.    Latar Belakang

SMK AlMujahid merupakan sekolah menengah kejuruan yang terletak di jl.Subang II blok 4, perum kotabaru, Tamansari, Cibeureum, kota Tasikmalaya. Didirikan pada tahun 2010. Sampai sekarang, SMK AlMujahid telah membuka dua jurusan, yaitu TKJ (Teknik Komputer Jaringan) dan TSM (Teknik Sepeda Motor). Dipeerlukan fasilitas yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar di SMK AlMujahid, khususnya laboratorium TKJ, karena TKJ merupakan jurusan paling mendominan di SMK AlMujahid.
Laboratorium merupakan sarana yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan siswa melakukan praktikum. Laboratorium Komputer sebagai salah satu dari berbagai jenis laboratorium, secara spesifik merupakan salah satu elemen penunjang bidang Teknik Komputer dan Jaringan di lingkungan lembaga atau institusi pendidikan. Kegiatan laboratorium meliputi pekerjaan mendiagnosa masalah pada komputer baik secara perangkat keras, perangkat lunak, maupun jaringanya, pengujian, memberi opini dan interpretasi, mengoperasikan berbagai macam alat-alat kerja dan perlengkapan komputer.
Dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, peningkatan dan perombakan komponen pendidikan terus dilakukan. Begitu pula dengan pemenuhan saranan dan prasarana pendukung pembelajaran. Selain pemenuhan tersebut juga harus dibarengi dengan pengelolaan yang baik dan sesaui dengan standar nasional dan landasan pembelajaran (KTSP) yang berlaku, agar dapat sepenuhnya mendukung pembelajaran.
Untuk menghasilkan prestasi di bidangnya, maka laboratorium perlu melakukan regulasi untuk mengembangkan kapasitasnya. Dengan pengembangan kapasitas, diharapkan laboratorium komputer dapat meningkatkan kemampuan baik secara individu atau personal maupun secara organnisatoris, sehingga pelaksanaan tugas dan fungsi dapat efektif dan efisien. Dampak posistifnya akan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas porses belajar mengajar atau secara khusus praktek-praktek di laboratorium komputer. Pengembangan laboratorium yang baik harus menjadikan laboratorium sebagai rumah kedua bagi siswa. Agar siswa dapat menganggap laboratorium sebagai rumah kedua, tentunya laboratorium harus dibuat senyaman mungkin melalui pemenuhan peralatan, suasana akademik berupa hubungan antar guru dengan siswa maupun antar siswa sendiri, kecukupan luas ruang, dan pengaturan penjadwalan yang baik. Hal ini dapat dipenuhi dengan dua hal yaitu pendanaan yang cukup dan pengelolaan yang baik.
Beberapa pendekatan yang dilakukan untuk menarik siswa ke laboratorium agak sulit untuk dilakukan mengingat kelengkapan laboratorium yang ada sangat terbatas, sehingga tidak tersedia sarana yang mencukupi untuk praktikum. Oleh karena itu, laboratorium memerlukan peralatan yang mencukupi, sehingga dapat meminimilkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan terdiri dari dua laboratorium, salah satunya yaitu laboratorium untuk praktikum perangkat keras. Tentu memerlukan pendanaan yang tidak sedikit untuk menciptakan laboratorium yang ideal dan dapat menarik siswa datang. Melihat kondisi anggaran yang sangat terbatas, maka pemenuhan kebutuhan secara menyeluruh sangat tidak dimungkinkan. Selain itu, mengingat pentingnya peranan laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan dalam mengembangkan ketrampilan dan dalam akselerasi proses pembelajaran, maka perlu dilakukan upaya pengembangan sarana dan prasarana laboratorium serta manajemen laboratorium yang baik untuk mendukung peran dan fungsi laboratorium secara optimal.


B.     Tujuan Laboratorium
Dalam proses pengembangannya laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan memiliki beberapa tujuan. Adapun tujuan diadakannya laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan di Sekolah Menengah Kejuruan secara keseluruhan adalah sebagai berikut :
1.     Terselenggaranya kegiatan praktikum yang sistematis, koordinatif, integratif dan berkesinambungan.
2.      Terwujudnya keberhasilan proses belajar mengajar dengan menumbuh kembangkan inovasi dan kreativitas dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
3.      Terwujudnya suasana yang kondusif dalam penyelenggaraan kegiatan akademik.
4.      Terwujudnya peran aktif dan kemandirian siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
5.      Menunjang program belajar bagi siswa dan mengajar bagi guru agar tujuan umum dan khusus pendidikan tercapai secara optimal.
6.      Menciptakan suatu iklim belajar mengajar yang dapat melahirkan nuansa link and match antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat akan tenaga kerja.
7.      Memberikan bekal keterampilan kepada siswa dibidang Teknik Komputer dan Jaringan.
8.      Membangun serta memfasilitasi minat siswa, sehingga dapat membantu proses belajar mengajar serta memfasilitasi keinginan siswa untuk mengetahui hal-hal lain yang tidak diberi oleh pengajar atau guru.
9.      Membentuk sikap mental profesionalisme di bidang Teknik Komputer dan Jaringan.
10. Meningkatkan keahlian dalam menggunakan peralatan komputer sebagai alat untuk  menciptakan efisiensi dan efektifitas kerja
11. Meningkatkan ketrampilan dibidang komputer dalam memecahkan berbagai pesoalan manajerial maupun organisasional.
12.  Menyiapkan Lulusan yang mampu berkompetisi di dunia global.

C.    Desain Laboratorium
Proses belajar dan mengajar dapat dibedakan menjadi dua pandangan. Pandangan pertama adalah bahwa mengajar itu adalah memberikan ilmu kepada siswa. Siswa menerima dan menyimpan ilmu itu menjadi miliknya. Pandangan demikian disebut pandangan tradisional dan laboratorium sekolah yang difungsikan dengan pandangan tersebut disebut laboratorium tradisional. Pandangan lainnya adalah bahwa mengajar itu artinya membantu siswa dalam belajar. Siswa seendiri yang akan membangaun setiap masukan (stimulus) yang menjadi perhatiannya. Pandangan ini disebut pandangan modern. Laboratorium yang didasarkan pada pandangan ini disebut laboratorium modern.
Laboratorium telah kami tempatkan mengitari ruang kerja guru dan juga merupakan ruang penyimpanan alat dan bahan. Ruang laboratorium dilengkapi dengan ventilasi dan pencahayaan yang cukup.
Menurut Permendiknas No. 24 tahun 2007, standar ruangan laboratorium semestinya dapat menampung satu rombongan belajar. Rasio minimum luas ruang laboratorium adalah 2m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik 20 orang, luas minimum ruang laboratorium adalah 40 m2.
 Laboratorium merupakan tempat penerapan teori yang sudah dibahas sebelumnya di dalam kelas, oleh karena itu laboratorium harus di desain sedemikian rupa agar kegiatan praktek dapat berjalan dengan baik. Desain laboratorium yang akan dikembangkan adalah penambahan sarana untuk alat praktikum. Sehingga dengan desain ini siswa akan lebih mudah mengikuti setiap tahap pembelajaran karena fasilitas yang memncukupi, selain itu guru juga dapat dengan mudah melanjutkan materi pembelajaran.

D.    Peralatan Praktik
Peralatan praktik, dalam hal ini termasuk sarana adalah segala jenis peralatan, perlengkapan kerja dan fasilitas yang berfungsi sebagai alat utama/pembantu dalam pelaksanaan pekerjaan, dan juga dalam rangka kepentingan yang sedang berhubungan dengan organisasi kerja. Pengertian tersebut jelas memberi arah bahwa sarana dan prasarana adalah merupakan seperangkat alat yang digunakan dalam suatu proses kegiatan baik alat tersebut adalah merupakan peralatan pembantu maupun peralatan utama, yang keduanya berfungsi untuk mewujudkan tujuan yang hendak dicapai.
Sarana pendidikan adalah segala macam alat yang digunakan secara langsung dalam proses pendidikan. dalam daftar istilah pendidikan dikenal pula sebutan alat bantu pendidikan (teaching aids), yaitu segala macam peralatan yang dipakai guru untuk membantunya memudahkan melakukan kegiatan mengajar. Alat bantu pendidikan ini yang pas untuk disebut sebagai sarana pendidikan. Jadi, sarana pendidikan dapat juga diartikan segala macam peralatan yang digunakan guru untuk memudahkan penyampaian materi pelajaran. Jika dilihat dari sudut murid, sarana pendidikan adalah segala macam peralatan yang digunakan murid untuk memudahkan mempelajari mata pelajaran. Lalu prasarana pendidikan dapat juga diartikan segala macam peralatan, kelengkapan, dan benda-benda yang digunakan guru dan murid untuk memudahkan penyelenggaraan pendidikan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa  peralatan praktik, yaitu semua jenis benda yang berfungsi langsung sebagai alat alat bantu pembelajaran agar berjalan secara efektif dan efisien.
Di dalam sebuah laboratorium simulasi administrasi perkantoran, ada berbagai macam peralatan praktik yang nantinya akan digunakan sebagai penunjang dalam proses belajar mengajar. Adapun peralatan praktik yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
1.     Personal computer
2.     Mother board
3.     Processor
4.     Power Suply
5.     Monitor
6.     Stabilizer
7.     harddisk
8.     Keyboard
9.     Mouse
10.  VGA
11.  RAM
12.  Printer
13.  In Focus
14.  Kipas angin

E.     Rancangan Biaya
Rancangan Anggaran dan Biaya
Pengembangan Sarana dan Peralatan Perkantoran
Di Laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan
No
Sarana dan Peralatan
Jumlah
Harga Satuan
Total
1
Personal Computer (PC)
8 unit
 Rp. 3.000.000   
 Rp. 24.000.000
2
Mother board
8 unit
 Rp.    500.000
 Rp.   4.000.000
3
Processor
8 unit
 Rp.    500.000
 Rp.   4.000.000
4
Power Suply
8 unit
 Rp.    100.000
 Rp.      800.000
5
Monitor
8 unit
 Rp.    500.000 
 Rp.   4.000.000
6
Stabilizer
8 unit
 Rp. 1.000.000  
 Rp.   8.000.000
7
Harddisk
8 unit
 Rp.    500.000  
 Rp.   4.000.000
8
Keyboard
8 unit
 Rp.    100.000  
 Rp.      800.000
9
Mouse
8 unit
 Rp.    100.000 
 Rp.      800.000
10
VGA
8 unit
 Rp.    500.000  
 Rp.   4.000.000
11
RAM
8 unit
 Rp.    200.000 
 Rp.   1.600.000
12
Printer
4 unit
 Rp. 1.000.000 
 Rp.   4.000.000
13
In Focus
4 unit
 Rp. 1.000.000 
 Rp.   4.000.000
14
Kipas angin
4 unit
 Rp.    500.000  
 Rp.   2.000.000
TOTAL
 Rp. 66.000.000

Readmore → PROPOSAL