Showing posts with label celoteh. Show all posts
Showing posts with label celoteh. Show all posts

Tuesday, December 6, 2016

아버지 (Father)

Ada yang lucu.

Pagi itu, seorang bapak dan anak sulung perempuannya -panggil saja teteh- pergi berjalan-jalan bersama.
Kelihatannya sang bapak ingin menularkan hobi ber-aquarium-nya pada sang anak. Mereka berkeliling dari ruko ke ruko yang menjual aneka kelengkapan aquarium dan berbagai jenis ikan, untuk melengkapi keperluan satu buah lagi aquarium baru di rumah.

Setelah mendapat berbagai kelengkapan aquarium dan beberapa ekor ikan, bapak itu mengajak anaknya ke toko lain yang menjual lebih banyak jenis dagangan.

"Sok teh, jajan?" Sang bapak menawarkan jajanan kepada anaknya sambil menunjuk berbagai jenis snack, wafer, dan coklat.

Dan siapa sangka, anaknya sedang berjongkok di depan tukoi yang memajang berbagai macam kosmetik.

"Pingin yang ini." Ditunjuk oleh sang anak sebuah facial wash berlabel Halal.

Untuk sesaat bapak itu tertegun, lalu terkekeh kecil. 'Anak gemuk kemarin sore yang selalu kalap saat ditawari makanan, pagi ini telah menjadi gadis 20 yang sedang berusaha merawat penampilannya.'

But however, a father will always treats his doughter as a little girl. No matter how much she has grown up, but she will always be father's little girl.


Toko ikan 1

Toko ikan 1

Toko ikan 2

아버지 (Father)

Father's grown up little girl.
Readmore → 아버지 (Father)

Wednesday, November 2, 2016

Being 20 (Epilog)

Part sebelumnya:



On my previous post (Being 20, almost), I'm just like always wonder how it feels to be 20.
And this is it! Tepatnya hari ini, Alhamdulillah aku sampai di usia 20 tahun. Dan.. U know what? I don't feel something different yet.

Then I know. Kalau usia itu.. is just a matter of number. Nyatanya aku masih gini-gini aja. Nothing changes.

Well, sebenarnya hal yang sama berlaku di hari ulang tahun dan di semua hari lainnya. Yaitu sama-sama sisa dari waktu hidupku di dunia.
Tapi kenapa cuma di hari ulang tahun aja aku merenungkan usiaku? Padahal setiap hari juga usiaku bertambah sekian waktu. Dan sisa umurku berkurang sekian waktu.

If they said "Selamat Ulang Tahun"
Then I said "Selamat Ilang tahun dariku untukku." Ya, pakai I. Karena usiaku ilang, dan tidak bisa di ulang.

But, selalu ada harapan baru di hari baru.
So from now on, be ready for the better me!!

Readmore → Being 20 (Epilog)

Being 20 (Part 2)

Part sebelumnya :



Siangnya, my mom and I decided to have a refreshing time!
Tau kan kalo cewek-cewek senengnya shopping? Nah itu. Jadi aku sama mamah pergi shopping Belanjan Bulanan. Yah.. Gak beda jauh lah 😅

And it's some pictures that I took when we had a lunch after a lil tired belanja bulanan.




On those pict, I noticed something deep. Di usia segitu, alhamdulillah mamahku masih sehat, kuat, cerdas, ceria!! eaea 😂 #Sorry 😅

However, she inspired me so much! Jika Allah mengizinkan, I want to be like her on that age. Still strong, health, beautiful also, pokoknya wanna be like her! Amiin..
Readmore → Being 20 (Part 2)

Being 20 (Part 1)

Part sebelumnya:



It's a lil funny, when it's on your birthday but you still preparing for another person's birthday.
Yash! I do.

Jadi gini..
In the early morning (on my b'day), I wake up and take a bath. Aku udah ada rencana sama bapak mau pergi ke tempat service motor.
Jadi, gitu deh. Kita bengkel motor, terus bayar tagihan ini-itu. Tanggal muda kan.. Baru ada pemasukan, terus harus menunaikan bebrapa pengeluaran. #CurcolEkonomi -,-

Btw, itu cimit 2 (dek Danar) juga ikut. Kita berangkat bertiga naik motor. Aku, bapak, dan Dek Danar. Di aku itu gak apa-apa, soalnya dek Danar kan masih kecil gitu. Pake helm semua kok.

Habis bayar ini-itu, kita bertiga cari rumah makan Astro di belakang Mesjid Agung Tasikmlaya. Itu adalah tempat aku dan bu Uthe janjian nantinya utk transaksi kue ulang tahun buat cimit 1 (Dek Salwa) hari minggu nanti. Jadi setidaknya pas hari-H kita udah tau pasti tempatnya gitu.
Nais, ya? Di hari ulang tahun sendiri, malah nyiapin buat ulang tahun org lain. Aku mah strong kok :')

Nah udah ketemu kan tempat janjiannya.. Udah gitu kita pulang.
Di perjalanan pulang kita cari sesuatu buat sarapan. Ada banyaaaak bgt makanan yg di jual di sekitaran mesjid agung. Tapi entah kenapa, gak ada yang menarik bagiku. Aku lagi mau salad buah aja. Dan tempat yang jual salad buah di sekitaran sana yang aku tau ya cuma di alun-alun.

Kita naik motor pelan di sekitaran alun-alun sambil tengok kanan kiri buat nyari kang salad buah. Tapi eh.. Mungkin aku sama kang salad buah belum berjodoh. Kami tak berusa. :( #bahasanya 😂

Jadilah kita pulang naik motor pelan lagi sambil tengok kanan-kiri, tapi kali ini bukan buat cari sarapan, tapi buat cari makanan kelinci. Kelinci-kelinci di rumah pada kurus, kurang perhatian mungkin ya. :') At least, kita senasib. :" 🐰🐰


Sstt.. Jangan bilang-bilang cimit 1ya.. Kurang lebih ini gambaran kue ultahnya nanti.


Kurang lebih gitu. Nanti cuma beda di tulisannya aja. 😊


Readmore → Being 20 (Part 1)

Being 20 (Prolog)

Hei! This is my b'day. ^^ I'm the real 20 now!

And i swear, no one greetings me for this. Huhu.. (FW : Nasib jombs.)

Ah! The only one who greets me is Neng Novi Nuraisyah. She was my junior, my bestie, who used to get bullied by me when we were elementary school. Wkwkwk..
Fyi, her birthday is the day before mine.

Due to that poor thing (Tbh I don't really care about it. Hehe), I would make maybe 1 or 2 or 3 articles (I'm not sure). So, just take a look. Then maybe you'll waste your time. Wkwkwk

Readmore → Being 20 (Prolog)